Kamis, 9 Agustus 2018
Matius 16:13-23
Sumber: http://alkitab.me/Matius/16#.W2wvfFX-hkg
Pembahasan
13. Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?"
14. Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."
15. Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
16. Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
17. Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
18. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
19. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."
20. Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias.
21. Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
22. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
23. Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."
Sumber: http://alkitab.me/Matius/16#.W2wvfFX-hkg
Pembahasan
Oleh karena masalah teknis, pembahasan hari ini akan sangat ringkas. Pertama, bacaan ini mengajarkan kita untuk berpikir secara bebas dan sesuai kebenaran. Yesus menanyai para murid apa pendapat mereka sebab Yesus ingin melihat apakah mereka sudah berpikir secara bebas atau masih jadi suruhan orang lain. Ternyata mereka sudah bebas, maka kita harus mencontoh hal itu. Lalu, Petrus yang masih berpikir secara daging menandakan pada kita bahwa kita harus berpikir secara komprehensif dan kita harus berpikir secara benar, kebenaran yang utuh, bukan hanya yang kita inginkan. Maka, apakah kita berani untuk keluar dari zona nyaman kita dan berperang demi Kristus? Sekian dari saya, sampai jumpa dan Tuhan memberkati.
Comments
Post a Comment