Rabu, 1 Agustus 2018
Matius 13:44-46
Sumber: http://alkitab.me/Matius/13#.W2GkwdX-hkg
Pembahasan
"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.
Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."
Sumber: http://alkitab.me/Matius/13#.W2GkwdX-hkg
Pembahasan
Bacaan Injil pada hari ini mengajarkan tentang hakikat atau sifat dari Kerajaan Sorga atau Kerajaan Allah. Walaupun singkat, bacaan ini mengandung makna yang sangat dalam dan penting bagi kita umat manusia. Saya tahu bahwa pesan dari bacaan ini cukup jelas dan sudah dijelaskan, tapi saya akan menambahkan beberapa pendapat saya. Bacaan ini sebenarnya hanya dua perumpamaan singkat tentang Kerajaan Allah, yang membandingkannya dengan sebuah harta atau mutiara. Orang yang menemukannya lalu menjual segalanya demi mendapatkan harta atau mutiara tersebut. Demikianlah isi bacaan tersebut.
Secara umum, dijelaskan bahwa bacaan ini ingin menyampaikan bahwa Kerajaan Allah sangat berharga dan jauh lebih berharga daripada segala hal di bumi ini. Hal itu memang benar, tapi kita layak bertanya, mengapa Kerajaan Allah bisa begitu berharga? Jawabannya bisa kita temukan pada definisi Kerajaan Allah, yaitu suatu zaman atau kondisi dimana kebenaran merajai dan terdapat kedamaian dan keadilan abadi serta cinta kasih adalah hukumnya. Jelas sekali bahwa Kerajaan Allah sangat berharga dan jauh lebih berharga dari harta fana, karena akan memenuhi segala kebutuhan manusia, dan adalah sumber kedamaian dan kebahagiaan. Katakanlah, apakah ada yang lebih berharga daripada kedamaian atau kebahagiaan abadi? Akan tetapi ingatlah, apa yang dilakukan oleh kedua orang untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan?
Tertulis di Injil, bahwa si pedagang dan juga yang menemukan harta di ladang menjual segala kepunyaannya untuk mendapatkan apa yang mereka begitu dambakan. Kita pun tidak berbeda, karena kita harus mengorbankan segala yang kita punya dan segala diri kita, demi mencapai Kerajaan Allah. Mengapa harus begitu? Karena sesungguhnya kita tinggal di dunia yang benci akan kebenaran, masyarakat telah dibelenggu dengan sistem materialis yang akan melakukan apapun untuk menumpaskan kebenaran dan orang bebas. Maka, saat kita memilih untuk berjuang demi kebenaran, kita harus siap untuk menderita dan berkorban. Yesus telah menunjukkan suatu teladan berkorban, masalahnya adalah apakah kita mau mengikuti Dia dan ikut memanggul salib kita? Sekian dari saya, sampai jumpa besok dan Tuhan memberkati.
Comments
Post a Comment